Jumat, 02 November 2012
Selasa, 30 Oktober 2012
Definisi dan Klasifikasi Rumah Sakit
Definisi
Rumah Sakit
Rumah sakit adalah suatu organisasi kompleks yang
menggunakan Perpaduan peralatan ilmiah yang rumit dan khusus, yang difungsikan
oleh kelompok tenaga terlatih dan terdidik dalam menghadapi masalah-masalah
yang berkaitan dengan pengetahuan medic modern untuk tujuan pemulihan dan
pemeliharaan kesehatan yang baik.
Rumah
Sakit menurut WHO (1957) diberikan batasan yaitu “suatu bagian yang menyeluruh
lengkap kepada masyarakat baik kuratif maupun rehabilitative dimana output layanannya menjangkau pelayanan
keluarga dan lingkungan rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan tenaga kesehatan
serta untuk penelitian biososial” .
Rumah Sakit
menurut Mentri Kesehatan RI No. 983/Menkes/per/II/1992 yaitu ” sarana upaya kesehatan dalam
menyelanggarakan kegiatan pelayanan kesehatan serta dapat dimanfaatkan untuk
pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian.” (Hand Book of Instutionl Parmacy Pratice).
Fungsi
Rumah Sakit
Berdasarkan keputusan Mentri Kesehatan RI
No.983/Menkes/per/II 1992 “tugas rumah sakit adalah melaksanakan upaya
kesehatan serta berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya
penyembuhan dan pemulihan yang di laksanakan secara serasi dan terpadu dengan
upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan”.
Untuk melaksanakan tugas tersebut,
rumah sakit memiliki fungsi yaitu:
a.
Fungsi perawatan
Meliputi promotif (Peningkatan kesehatan), prefentif (Pencegahan penyakit), kuratif (Penyembuhan penyakit), rehabilitataif (Pemulihan
penyakit),penggunaan gizi,pelayanan pribadi,dll.
b.
Fungsi Pendidikan
Critical
right (Penggunaan yang tepat meliputi : tepat obat, tepat dosis,
tepat cara pemberian, dan tepat diagnosa).
c.
Fungsi Penelitian
Pengetahuan
medis mengenai penyakit dan perbaikan pelayanan rumah sakit (Depkes RI).
Berikut
merupakan tugas sekaligus fungsi dari rumah sakit yaitu :
a.
Melaksanakan pelayanan medis tambahan, pelayanan penunjang
medis tambahan.
b.
Melaksanakan pelayanan kedokteran kehakiman.
c.
Melaksanakan pelayanan medis khusus.
d.
Melaksanakan pelayanan rujukan kesehatan.
e.
Melaksanakan pelayanan kedokteran gigi.
f.
Melaksanakan pelayanan penyuluhan kesehatan.
g.
Melaksanakan pelayanan rawat jalan atau rawat darurat dan
rawat tinggal (Observasi).
h.
Melaksanakan pelayanan rawat inap.
i.
Melaksanakan pelayanan pendidikan para medis.
j.
Membantu pendidikan tenaga medis umum.
k.
Membantu pendidikan tenaga medis spesialis.
l.
Membantu penelitian dan pengembangan kesehatan.
Klasifikasi Rumah Sakit
Klasifikasi Rumah Sakit Berdasarkan
Kepemilikan
1. Rumah
Sakit Pemerintah yaitu rumah sakit yang memiliki dan dikelola oleh pemerintah
yang digunakan untuk kepentingan umum.
2. Rumah
Sakit Swasta yaitu rumah sakit yang dimiliki oleh pribadi atau yayasan yang
berbadan hukum.
Klasifikasi Rumah Sakit Secara Umum
1. Tipe A
Fasilitas : Pelayanan medis dasar (pelayanan kesehatan yang
bersifat Umum dan kesehatan gigi), spesialistik (bedah, pelayanan bedah,
Penyakit
dalam, kebidanan, dan kandungan, kesehtan atau THT, kulit dan kelamin, jantung
syaraf,gigi dan mulut, paru-paru, orthopedic,jiwa,
radiology anastesiologi (pembiusan), patologi anatomi dan kesehatan).Dengan pendalaman tertentu dalam salah
satu pelayanan spesialistik yang luas, memiliki lebih dari 1000 kamar tidur.
2. Tipe B
Fasilitas : Pelayanan medis dasar (pelayanan kesehatan yang
bersifat umum dan kesehatan gigi), spesialistik (bedah, pelayanan bedah, penyakit
dalam, kebidanan dan kandungan, kesehatan atau THT, kulit dan kelamin, jantung,
syaraf, gigi dan mulut, paru-paru, orthopedic,
jiwa, radiology,anastesiology (pembiusan), patology anatomi, dan kesehatan
dengan pendalaman tertentu dalam salah satu pelayanan spesialistik), yang
terbatas memiliki kamar tidur.
3. Tipe C
Fasilitas : Pelayanan medis dasar (pelayanan kesehatan yang
bersifat umum dan kesehatn gigi) memilki 100-500 kamar tidur.
4. Tipe D
Fasilitas : Pelayanan dasar (pelayanan kesehatan yang bersifat
umum dan gigi)
5. Tipe E
Fasilitas : Hanya memiliki fasilitas kesehatan di bidang
tertentu.
Senin, 29 Oktober 2012
Konsep Berubah
KONSEP BERUBAH
Definisi
Konsep Berubah
Berubah merupakan suatu proses dimana terjadinya peralihan
atau perpindahan dari status tetap (statis) menjadi statis yang bersifat
dinamis, artinya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada.
Banyak definisi
tentang berubah, dua diantaranya yaitu :
1. Berubah merupakan kegiatan atau proses yang
membuat sesuatu atau seseorang berbeda dengan keadaan sebelumnya (
Atkinson,1987)
2. Berubah merupakan proses yang menyebabkan
perubahan pola perilaku individu atau instuisi ( Brooten, 1987 )
Perubahan
bisa terjadi setiap saat dan merupakan proses yang dinamik serta tidak dapat
dielakkan. Berubah berarti beranjak dari keadaan yang semula. Tanpa berubah
tidak ada pertumbuhan dan tidak ada dorongan. Namun dengan berubah terjadi
ketakutan, kebingungan, kegagalan dan kegembiraan. Setiap orang dapat
memberikan perubahan pada orang lain. Merubah orang lain bisa bersifat implisit
dan eksplisit atau bersifat tertutup dan terbuka. Kenyataan ini penting
khususnya dalam kepemimpinan dan manajemen. Pemimpin secara konstan mencoba
menggerakkkan sistem dari satu titik ke titik lainnya untuk memecahkan masalah.
Maka secara konstan pemimpin mengembangkan strategi untuk merubah orang lain
dan memecahkan masalah.
Keperawatan yang sedang berada pada proses
profesionalisasi terus berusaha membuat atau merencanakan perubahan. Adaptasi
terhadap perubahan telah menjadi persyaratan kerja dalam keperawatan. Personal
keperawatan bekerja untuk beberapa pimpinan, termasuk klien dan keluarganya,
dokter, manajer keperawatan, perawat pengawas dan perawat penanggung jawab yang
berbeda dalam tiap ship. Perawat pelaksana menemukan peran bahwa mereka berubah
beberapa kali dalam satu hari. Kadang seorang perawat menjadi manajer, kadang
menjadi perawat klinik, kadang menjadi konsultan dan selalu dalam peran yang
berbeda. Sebagai perawat pelaksana maupun sebagai manajer keperawatan kita
perlu membuat perubahan untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan perawat
dalam memberikan asuhan keperawatan. Perawat tentu saja berharap perubahan
tersebut jangan sampai menimbulkan konflik. Oleh karena itu, sebaiknya perawat
perlu mengetahui teori-teori yang mendasari perubahan.
Keperawatan mempunyai dua pilihan utama yang
berhubungan dengan perubahan, mereka
melakukan inovasi dan perubahan atau mereka dapat dirubah oleh suatu keadaan
atau sutuasi. Perawat mempunyai keterampilan dalam proses perubahan. Pertama
proses keperawatan yaitu merupakan pendekatan dalam penyelesaian masalah yang
sistematis dan konsisten dengan perencanaan perubahan. Kedua, perawat diajarkan
mendapatkan ilmu di kelas dan mempunyai pengalaman praktek untuk bekerja secara
efektif dengan orang lain.
Langganan:
Komentar (Atom)
